AtlantiA

Sabtu, 07 Desember 2013

Come to the Secret Garden .... (Bagian 1)





 
Kisah burung perkutut dengan burung derkuku yang sama-sama mencari ilmu kesempurnaan...(Terjemahan bebas dari Serat Kaca Wirangi – R.Sujonorejo)

Alkisah, burung perkutut dan burung derkuku hinggap di pohon mandira. Burung perkutut mendongeng seperti dibawah ini :

      Ada sebuah kerajaan, terkenal keindahan tamannya, bunga yang ditanam dilokasi tempat putri kerajaan lebih dari seratus warna. Berpagar jeruji emas, tertata melingkar indah, dihiasi batu cendhani, di kelilingi patung-patung indah perunggu dan emas yang serba bercahaya bermandikan batu mulia.
      Dekat dengan tempat duduk sang putri, tersebar batu mulia berwarna-warni. Bila saat pagi menjelang, banyak sekali kupu-kupu yang beterbangan, ada kupu putih-merah-kuning-ungu-hijau-biru dan hitam, semuanya beterbangan berkejaran mencari madu diantara bunga-bunga, menambah indahnya taman itu.
      Dari banyaknya kupu-kupu yang bersenang-senang beterbangan di taman, disitu saling mengunggulkan diri kecantikan sayap masing-masing, kemudian kupu-kupu putih berkata kepada kupu-kupu yang lain seperti ini,
Lihatlah sayapku yang putih bersih, tidak seperti sayapmu yang kelihatan kotor penuh noda, penuh corengan dan membosankan. Sebenarnya tidak ada warna yang indahnya melebihi putih, sebab putih itu warna yang suci serta utama, sebab putih itu menjadi dasar dari semua warna. Orang ketika menulis, menggambar dan membatik, semua medianya putih, sebab itu kertas dan kain untuk batik dibuat warna putih, dan lagi banyak orang yang suka memakai serba putih, maka Tuhan menciptakan kapas berwarna putih. Kapur diciptakan berwarna putih, rumah yang indah juga berwarna putih, bahkan hati manusia yang terbaik dilambangkan putih, yang berarti suci. Kata ‘putih’ sering dibuat perbincangan, dipakai untuk mengibaratkan barang yang suci atau bersih. Karena warna yang paling utama adalah putih, maka kupu yang tercantik dan terindah adalah yang berwarna putih.”

       Kupu-kupu yang berwarna merah menyahut begini : “Meski kelebihan warna putih itu banyak kegunaannya. Tapi barang berwarna putih itu bukan keindahan, lebih-lebih terhadap barang-barang yang dipakai untuk menghiasi taman ini, warna putih yang engkau sebut suci itu jadi pucat, tidak punya gaya. Yang menjadi penyebab kupu-kupu pada datang kesini sebenarnya terpikat oleh madu, perlunya juga menambah asrinya taman, oleh karena itu yang disebut kupu yang indah iya yang bisa menambah indahnya taman. Karena sayapmu tidak menambah keindahan apapun tetap saja kamu itu kupu yang jelek. Jika kamu ingin melihat warna yang menambah keindahan lihatlah warna sayapku yang tidak pucat, dan warna yang tidak pucat itu adalah warna yang menyala atau sangat jelas. Tidak usah jauh-jauh, lihatlah bunga-bunga ditaman ini saja, kau akan melihat sendiri, yang paling menonjol warnanya yaitu yang merah. Maka lihatlah seksama bunga cengger itu, merahnya benar-benar menyala dan sangat hidup, begitu juga bunga mawar, bunga wora-wari, bunga sepatu, serba mencolok warnanya karena merah. Senyuman orang yang sehat juga terlihat merah. Busana yang indah iya yang berwarna merah. Warna merah itu benar-benar warna yang tergagah dan unggul sendiri, bahkan anak kecil lebih menyukai mainan yang berwarna merah yang selalu dipilih lebih awal. Jadi kesimpulannya Kupu-kupu merah yang terindah dan tercantik sendiri.

      Kupu-kupu kuning mendengar perbincangan kupu-kupu putih dan merah, menyahuti begini : “Putih dibandingkan merah jelas lebih indah merahnya, tapi merah dibandingkan kuning lebih indah kuningnya, contohnya emas lebih indah dibandingkan tembaga atau perak. Barang yang terlalu banyak warna merahnya membosankan, tapi tak ada barang yang kelebihan warna kuning yang membosankan, bahkan menambah keindahannya. Ingatlah warna untuk wayang kulit, andai wayang sekotak lebih banyak warna kuningnya malah lebih bagus. Andai lebih banyak merahnya, malah jelas buruk, sebab merah itu hanya kesukaannya anak kecil, orang yang lebih tua tidak menginginkan warna itu. Dan juga warna kuning itu kecintaannya orang luhur. Ingatlah kereta kencana, payung gilap, pasmen bara-bara, bludiran, gamelan, semuanya indah karena warnanya kuning,begitu juga dengan barang perhiasan yang bagus yang berkilau di toko-toko dan di rumah orang kaya, seperti : paidon, pateyan, tempat kinang, bingkai gambar, bingkai cermin, lampu bron, boman dan lainnya semuanya berwarna kuning. Manusia yang indah wajahnya juga yang berkulit kuning, bukan berkulit merah, karenanya orang yang berkulit kuning senantiasa menjadi perhatian dan menjadi dambaan,itu hanya karena keinginan memiliki kulit kuning. Warna kuning memang menyenangkan. Pendeknya begini : warna putih pucat, warna merah gagah – tapi tidak indah, jadi membosankan. Maka yang tidak pucat serta tidak membosankan bahkan kelihatan luhur adalah kuning. Bukankah begitu ??”
   
Kupu-kupu ungu menyambung, “Warna kuning itu masih membosankan, kalian semua ketahuilah, diantara semua warna yang unggul sendiri, berwibawa dan tidak membosankan adalah warna ungu. Contohnya karpet merah jelek, karpet kuning jelek, karpet hijau kurang bagus, tapi karpet ungu sangat terlihat berwibawa, lebih-lebih bila bersanding dengan perabot rumah yang dicat serba ungu seperti meja, kursi, bangku yang mengkilat pliturnya. Andai catnya kuning atau merah aku yakin pasti kurang indah. Bunga cengger terlihat menyala karena warna ungunya, begitu juga dengan bunga ragaina. Baju berwarna biru indahnya bukan main. Andai ungu tidak dipilih, sebab apa orang membuat jarit pada mencari soga berwarna biru, padahal tidak kurang bahan yang bisa dipakai untuk memerahkan atau menguningkan. Apa sih sebabnya ?, sebabnya yaitu karena warna merah dan kuning itu hanya untuk tontonan atau keramaian, tidak lebih utama dibanding ungu. Dimana-mana barang yang utama dan lebih tua tidak pernah membosankan, makanya menjadi pilihan, perlunya untuk dipakai saban hari, contohnya soga. Warna merah kuning kesannya berlebihan, tapi jika ungu muda terlihat anggun,itulah menjadi sebab utama dan kelihatan dewasa, maksudnya tidak berlebihan...”.

Kupu-kupu hijau memotong pembicaraan, “Semuanya diamlah dulu, kalian semua tidak tahu maksud karsa Yang Maha Kuasa  menciptakan rumput dan dedaunan berwarna hijau. Itu coba renungkanlah sebabnya, lalu renungkan : andai dedaunan semuanya berwarna putih, mungkin akan banyak mata yang menjadi rabun. Andai warna ungu itu terbaik, pasti semua tanaman ditakdirkan berwarna ungu. Andai yang terbaik kuning, pasti ditakdirkan berwarna kuning. Andai terbaik merah, pasti ditakdirkan berwarna merah. Hal itu ketahuilah, mengapa rumput dan dedaunan ditakdirkan berwarna hijau, sebab warna hijau yang paling indah sendiri, serta tidak membosankan sendiri. Nyatanya tidak ada manusia yang bosan terhadap warna hijau, di kebun, di ladang, di sawah-sawah semuanya serba hijau, bahkan pula dirumah orang kaya ditanami sadhang, pakis, pandan, wregu, sirih dan lain-lainnya, pada menempel ditembok, sampai lebat seperti hutan, pertanda kurang kenyangnya melihat warna hijau, tapi aku tidak membantah, memang bila rumah banyak hijaunya di tembok atau undak-undakan menyebabkan terlihat agak angker. Tapi setidaknya mengingatkan kalian tentang hal itu, pasti lalu tidak mau mengunggulkan warna selain hijau. Serangga samber lilen itu terkenal warnanya diantara sesama serangga. Burung merak yang paling menonjol warnanya diantara sesama bangsa burung, warna apa yang dominan? Ya warna hijau, merah ungunya hanya sedikit, andai hijaunya Cuma sedikit pasti jelek. Jika begitu maka jelaslah bila kupu-kupu yang terindah adalah kupu-kupu hijau.”

Kemudian kupu-kupu biru berkata demikian, “ Perkataan kupu-kupu hijau sudah benar, tapi kurang tepat. Sebab masih ada lagi ciptaan Tuhan yang melebihi hijau, tidak membosankan selamanya dan lebih banyak adanya, yakni biru. Buktinya udara, langit, gunung, air laut, semuanya diciptakan berwarna biru. Lihatlah, yang serba indah Cuma yang berwarna hijau dan biru. Banyak orang menyukai tempat yang lapang dan asri, sedang tempat yang asri tadi sebabnya hijau dan biru. Tak ada satupun orang yang bosan melihat pemandangan yang terang luas dan asri, disitu yang terlihat langit biru, gunung biru, dan pepohonan yang terlihat juga hijau dan biru. Sayap serangga samberlilen hijaunya bercampur biru, malah lebih banyak birunya dibanding hijaunya. Sayap merak juga lebih banyak birunya. Banyaknya warna biru yang ada di alam dunia ini bila dibandingkan dengan banyaknya warna hijau tentunya lebih banyak warna birunya. Sebab hijau hanya terdapat di daratan. Sedangkan warna biru terdapat di daratan juga di lautan, juga di angkasa. Di angkasa tak ada tempat selubang jarumpun yang tidak terisi warna biru, bahkan gunung-gunungpun dari kejauhan terlihat biru. Jika orang naik kapal ditengah samudera, yang terlihat hanyalah warna biru, seakan-akan jagad menjadi biru semua. Hal seperti itu menjadi pertanda bila warna biru adalah yang terbaik, terlihat dari karsa Yang Maha Kuasa menciptakan warna biru lebih banyak dibandingkan warna lainnya.”

Kupu-kupu hitam menyahuti begini,”Heh saudara semua hentikan sejenak pembicaraanmu, masa sih ada warna yang banyaknya melebihi hitam? Masa sih ada warna yang mengalahkan hitam? Tidak ada yang lebih utama dibanding hitam. Begini terangnya, tidak ada warna yang banyaknya mengalahkan hitam sebab jika waktu malam hari alam dunia hitam semua, tidak perduli di angkasa, di daratan, di lautan tak ada satupun yang tidak terkena warna hitam, lalu timbanglah, banyak mana hitam dengan biru?! Maka kusebut tak ada yang paling menang seperti hitam, sebab semua warna bila sudah dicampuri hitam tak ada yang kuasa menanggulangi. Bahkan bumi-langit jika sudah kedatangan gelap yang warnanya hitam, alam seperti tenggelam dalam kegelapan yang sangat hitam. Makanya kusebut hitam paling utama, itulah sebabnya orang memakai baju yang terindah dan berwibawa adalah berbaju hitam, bercelana hitam, bersepatu hitam. Banyak yang kelihatan gagah memakai hitam. Banyak yang anggun memakai hitam. Bahkan rambut dan kumis yang sehat juga berwarna hitam. Wayang yang gagah dan bagus juga yang wajahnya berwarna hitam. Gambar dan tulisan yang baik dan jelas juga yang hitam. Karena utama, maka paling awet serta dipakai saban harinya, seperti perkataan si kupu-kupu ungu tadi..”.


Perkutut melanjutkan bicaranya : 
“Dongeng itu bermakna begini :
Yang bernama ‘baik’ dan ‘buruk’ itu sejatinya hanya tergantung pada anggapan hati.
 Apa yang sedang disukai si hati : yang kelihatan ‘baik’nya, ‘buruk’nya ketutupan.
Apa yang sedang dibenci terlihat ‘buruk’nya, ‘baik’nya ketutupan.
Orang yang wataknya mudah melekati/tenggelam pada sesuatu, apapun sesuatu yang paling disukai dirinya menurutnya sesuatu itu adalah yang paling baik sendiri.
Ada peribahasa, orang mencintai sesuatu tidak kurang sanjungannya, orang benci sesuatu tidak kurang mencacatnya.
Karena sudah dikodratkan oleh Yang Maha Kuasa, manusia sangat mencintai dirinya, makanya tidak ada manusia yang bosan menyanjung dirinya sendiri.”

....................... (bersambung) _/\_
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar