Kisah burung perkutut dengan
burung derkuku yang sama-sama mencari ilmu kesempurnaan...(Terjemahan bebas
dari Serat Kaca Wirangi – R.Sujonorejo)
Alkisah, burung perkutut dan
burung derkuku hinggap di pohon mandira. Burung perkutut mendongeng seperti
dibawah ini :
Ada sebuah kerajaan, terkenal keindahan tamannya, bunga yang ditanam dilokasi tempat putri kerajaan lebih dari seratus warna. Berpagar jeruji emas, tertata melingkar indah, dihiasi batu cendhani, di kelilingi patung-patung indah perunggu dan emas yang serba bercahaya bermandikan batu mulia.
Dekat dengan tempat duduk sang
putri, tersebar batu mulia berwarna-warni. Bila saat pagi menjelang, banyak
sekali kupu-kupu yang beterbangan, ada kupu putih-merah-kuning-ungu-hijau-biru
dan hitam, semuanya beterbangan berkejaran mencari madu diantara bunga-bunga,
menambah indahnya taman itu.
Dari banyaknya kupu-kupu yang
bersenang-senang beterbangan di taman, disitu saling mengunggulkan diri
kecantikan sayap masing-masing, kemudian kupu-kupu putih berkata kepada kupu-kupu
yang lain seperti ini,
”Lihatlah sayapku yang putih
bersih, tidak seperti sayapmu yang kelihatan kotor penuh noda, penuh corengan
dan membosankan. Sebenarnya tidak ada warna yang indahnya melebihi putih, sebab
putih itu warna yang suci serta utama, sebab putih itu menjadi dasar dari semua
warna. Orang ketika menulis, menggambar dan membatik, semua medianya putih, sebab
itu kertas dan kain untuk batik dibuat warna putih, dan lagi banyak orang yang suka
memakai serba putih, maka Tuhan menciptakan kapas berwarna putih. Kapur
diciptakan berwarna putih, rumah yang indah juga berwarna putih, bahkan hati
manusia yang terbaik dilambangkan putih, yang berarti suci. Kata ‘putih’ sering
dibuat perbincangan, dipakai untuk mengibaratkan barang yang suci atau bersih.
Karena warna yang paling utama adalah putih, maka kupu yang tercantik dan
terindah adalah yang berwarna putih.”
Kupu-kupu yang berwarna merah menyahut begini : “Meski kelebihan
warna putih itu banyak kegunaannya. Tapi barang berwarna putih itu bukan
keindahan, lebih-lebih terhadap barang-barang yang dipakai untuk menghiasi
taman ini, warna putih yang engkau sebut suci itu jadi pucat, tidak punya gaya.
Yang menjadi penyebab kupu-kupu pada datang kesini sebenarnya terpikat oleh
madu, perlunya juga menambah asrinya taman, oleh karena itu yang disebut kupu
yang indah iya yang bisa menambah indahnya taman. Karena sayapmu tidak menambah
keindahan apapun tetap saja kamu itu kupu yang jelek. Jika kamu ingin melihat warna
yang menambah keindahan lihatlah warna sayapku yang tidak pucat, dan warna yang
tidak pucat itu adalah warna yang menyala atau sangat jelas. Tidak usah
jauh-jauh, lihatlah bunga-bunga ditaman ini saja, kau akan melihat sendiri, yang
paling menonjol warnanya yaitu yang merah. Maka lihatlah seksama bunga cengger
itu, merahnya benar-benar menyala dan sangat hidup, begitu juga bunga mawar,
bunga wora-wari, bunga sepatu, serba mencolok warnanya karena merah. Senyuman
orang yang sehat juga terlihat merah. Busana yang indah iya yang berwarna
merah. Warna merah itu benar-benar warna yang tergagah dan unggul sendiri,
bahkan anak kecil lebih menyukai mainan yang berwarna merah yang selalu dipilih
lebih awal. Jadi kesimpulannya Kupu-kupu merah yang terindah dan tercantik
sendiri.
Kupu-kupu kuning mendengar
perbincangan kupu-kupu putih dan merah, menyahuti begini : “Putih
dibandingkan merah jelas lebih indah merahnya, tapi merah dibandingkan kuning
lebih indah kuningnya, contohnya emas lebih indah dibandingkan tembaga atau
perak. Barang yang terlalu banyak warna merahnya membosankan, tapi tak ada
barang yang kelebihan warna kuning yang membosankan, bahkan menambah keindahannya.
Ingatlah warna untuk wayang kulit, andai wayang sekotak lebih banyak warna
kuningnya malah lebih bagus. Andai lebih banyak merahnya, malah jelas buruk,
sebab merah itu hanya kesukaannya anak kecil, orang yang lebih tua tidak
menginginkan warna itu. Dan juga warna kuning itu kecintaannya orang luhur. Ingatlah
kereta kencana, payung gilap, pasmen bara-bara, bludiran, gamelan, semuanya
indah karena warnanya kuning,begitu juga dengan barang perhiasan yang bagus
yang berkilau di toko-toko dan di rumah orang kaya, seperti : paidon, pateyan,
tempat kinang, bingkai gambar, bingkai cermin, lampu bron, boman dan lainnya
semuanya berwarna kuning. Manusia yang indah wajahnya juga yang berkulit
kuning, bukan berkulit merah, karenanya orang yang berkulit kuning senantiasa
menjadi perhatian dan menjadi dambaan,itu hanya karena keinginan memiliki kulit
kuning. Warna kuning memang menyenangkan. Pendeknya begini : warna putih pucat,
warna merah gagah – tapi tidak indah, jadi membosankan. Maka yang tidak pucat
serta tidak membosankan bahkan kelihatan luhur adalah kuning. Bukankah begitu
??”
Kupu-kupu
ungu menyambung, “Warna kuning itu masih membosankan, kalian semua ketahuilah,
diantara semua warna yang unggul sendiri, berwibawa dan tidak membosankan adalah
warna ungu. Contohnya karpet merah jelek, karpet kuning jelek, karpet hijau
kurang bagus, tapi karpet ungu sangat terlihat berwibawa, lebih-lebih bila
bersanding dengan perabot rumah yang dicat serba ungu seperti meja, kursi,
bangku yang mengkilat pliturnya. Andai catnya kuning atau merah aku yakin pasti
kurang indah. Bunga cengger terlihat menyala karena warna ungunya, begitu juga
dengan bunga ragaina. Baju berwarna biru indahnya bukan main. Andai ungu tidak
dipilih, sebab apa orang membuat jarit pada mencari soga berwarna biru, padahal
tidak kurang bahan yang bisa dipakai untuk memerahkan atau menguningkan. Apa sih
sebabnya ?, sebabnya yaitu karena warna merah dan kuning itu hanya untuk
tontonan atau keramaian, tidak lebih utama dibanding ungu. Dimana-mana barang
yang utama dan lebih tua tidak pernah membosankan, makanya menjadi pilihan,
perlunya untuk dipakai saban hari, contohnya soga. Warna merah kuning kesannya
berlebihan, tapi jika ungu muda terlihat anggun,itulah menjadi sebab utama dan
kelihatan dewasa, maksudnya tidak berlebihan...”.
Kupu-kupu hijau memotong
pembicaraan, “Semuanya diamlah dulu, kalian semua tidak tahu maksud karsa
Yang Maha Kuasa menciptakan rumput dan
dedaunan berwarna hijau. Itu coba renungkanlah sebabnya, lalu renungkan : andai
dedaunan semuanya berwarna putih, mungkin akan banyak mata yang menjadi rabun.
Andai warna ungu itu terbaik, pasti semua tanaman ditakdirkan berwarna ungu. Andai
yang terbaik kuning, pasti ditakdirkan berwarna kuning. Andai terbaik merah,
pasti ditakdirkan berwarna merah. Hal itu ketahuilah, mengapa rumput dan
dedaunan ditakdirkan berwarna hijau, sebab warna hijau yang paling indah
sendiri, serta tidak membosankan sendiri. Nyatanya tidak ada manusia yang bosan
terhadap warna hijau, di kebun, di ladang, di sawah-sawah semuanya serba hijau,
bahkan pula dirumah orang kaya ditanami sadhang, pakis, pandan, wregu, sirih
dan lain-lainnya, pada menempel ditembok, sampai lebat seperti hutan, pertanda
kurang kenyangnya melihat warna hijau, tapi aku tidak membantah, memang bila
rumah banyak hijaunya di tembok atau undak-undakan menyebabkan terlihat agak
angker. Tapi setidaknya mengingatkan kalian tentang hal itu, pasti lalu tidak
mau mengunggulkan warna selain hijau. Serangga samber lilen itu terkenal
warnanya diantara sesama serangga. Burung merak yang paling menonjol warnanya
diantara sesama bangsa burung, warna apa yang dominan? Ya warna hijau, merah
ungunya hanya sedikit, andai hijaunya Cuma sedikit pasti jelek. Jika begitu
maka jelaslah bila kupu-kupu yang terindah adalah kupu-kupu hijau.”
Kemudian kupu-kupu biru berkata
demikian, “ Perkataan kupu-kupu hijau sudah benar, tapi kurang tepat. Sebab masih
ada lagi ciptaan Tuhan yang melebihi hijau, tidak membosankan selamanya dan
lebih banyak adanya, yakni biru. Buktinya udara, langit, gunung, air laut,
semuanya diciptakan berwarna biru. Lihatlah, yang serba indah Cuma yang
berwarna hijau dan biru. Banyak orang menyukai tempat yang lapang dan asri,
sedang tempat yang asri tadi sebabnya hijau dan biru. Tak ada satupun orang
yang bosan melihat pemandangan yang terang luas dan asri, disitu yang terlihat langit
biru, gunung biru, dan pepohonan yang terlihat juga hijau dan biru. Sayap
serangga samberlilen hijaunya bercampur biru, malah lebih banyak birunya
dibanding hijaunya. Sayap merak juga lebih banyak birunya. Banyaknya warna biru
yang ada di alam dunia ini bila dibandingkan dengan banyaknya warna hijau
tentunya lebih banyak warna birunya. Sebab hijau hanya terdapat di daratan. Sedangkan
warna biru terdapat di daratan juga di lautan, juga di angkasa. Di angkasa tak
ada tempat selubang jarumpun yang tidak terisi warna biru, bahkan
gunung-gunungpun dari kejauhan terlihat biru. Jika orang naik kapal ditengah
samudera, yang terlihat hanyalah warna biru, seakan-akan jagad menjadi biru
semua. Hal seperti itu menjadi pertanda bila warna biru adalah yang terbaik,
terlihat dari karsa Yang Maha Kuasa menciptakan warna biru lebih banyak
dibandingkan warna lainnya.”
Kupu-kupu hitam menyahuti begini,”Heh
saudara semua hentikan sejenak pembicaraanmu, masa sih ada warna yang banyaknya
melebihi hitam? Masa sih ada warna yang mengalahkan hitam? Tidak ada yang lebih
utama dibanding hitam. Begini terangnya, tidak ada warna yang banyaknya
mengalahkan hitam sebab jika waktu malam hari alam dunia hitam semua, tidak
perduli di angkasa, di daratan, di lautan tak ada satupun yang tidak terkena
warna hitam, lalu timbanglah, banyak mana hitam dengan biru?! Maka kusebut tak
ada yang paling menang seperti hitam, sebab semua warna bila sudah dicampuri
hitam tak ada yang kuasa menanggulangi. Bahkan bumi-langit jika sudah
kedatangan gelap yang warnanya hitam, alam seperti tenggelam dalam kegelapan
yang sangat hitam. Makanya kusebut hitam paling utama, itulah sebabnya orang
memakai baju yang terindah dan berwibawa adalah berbaju hitam, bercelana hitam,
bersepatu hitam. Banyak yang kelihatan gagah memakai hitam. Banyak yang anggun
memakai hitam. Bahkan rambut dan kumis yang sehat juga berwarna hitam. Wayang yang
gagah dan bagus juga yang wajahnya berwarna hitam. Gambar dan tulisan yang baik
dan jelas juga yang hitam. Karena utama, maka paling awet serta dipakai saban
harinya, seperti perkataan si kupu-kupu ungu tadi..”.
Perkutut melanjutkan bicaranya :
“Dongeng itu bermakna begini :
Yang bernama ‘baik’ dan ‘buruk’
itu sejatinya hanya tergantung pada anggapan hati.
Apa yang sedang disukai si hati : yang
kelihatan ‘baik’nya, ‘buruk’nya ketutupan.
Apa yang sedang dibenci terlihat ‘buruk’nya,
‘baik’nya ketutupan.
Orang yang wataknya mudah melekati/tenggelam
pada sesuatu, apapun sesuatu yang paling disukai dirinya menurutnya sesuatu itu
adalah yang paling baik sendiri.
Ada peribahasa, orang mencintai
sesuatu tidak kurang sanjungannya, orang benci sesuatu tidak kurang
mencacatnya.
Karena sudah dikodratkan oleh Yang
Maha Kuasa, manusia sangat mencintai dirinya, makanya tidak ada manusia yang
bosan menyanjung dirinya sendiri.”
.......................
(bersambung) _/\_

Tidak ada komentar:
Posting Komentar